Have you ever failed in your life? How do you feel? I ever failed and it was hurting me. I think I passed on that subject, but when I got my final result I am shocked and cried.
My failure I did not pass on Expository Reading. That is the only one subject I did not pass in previous term, and the problem is that subject is prerequisite so I can not go to the next reading, it means my graduation is delayed 6 month. I have a dream I want to graduate as soon as possible because I want to do something very big moment after my graduation. I was very upset and sorry at the time.
I admit that is happened because of my false. I think that subject was easy, so I just let it flow, and I became simpler. When at the end of the lecture, I used my absent ration 3 times, and I used it 3 weeks in a row, what a stupid I am! I regard trivial small things, like used all my absent without care about the lesson, homework, and quiz. I did not do my homework, and I did not study for Final-Term Exam, because I think that is easy. Finally my assignment&Final Term Exam score was bad. I really really really upset and sad. But from that I learn DO NOT EVER REGARD TRIVIAL SMALL THINGS, my boyfriend said "Small things bring big impact", small things like that I did, very bad impact I got. Now I will never regard trivial small things, I will never use my absent because of my laziness like before. I learn to maximal in class, learn teacher well. I learn to be a good student from that, do all my duty with all of my heart. I realize my false and I will never do like that anymore. But I still hope there is a Short-Term on January ( amen ).
In summary, there is a goodness in my failure, I learn a lot from my failure. I will never regard trivial small things anymore. Maybe if I never failed I will not be a good person in my study and I can not be a better person. One thing always in my mind " DO NOT EVER REGARD TRIVIAL SMALL THINGS "
Kamis, 07 Oktober 2010
Selasa, 05 Oktober 2010
Malaikat Pelindungku ^___^
Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan. “ya Tuhan, engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”
Tuhanpun menjawab. “diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu. “si kecil bertanya lagi, “tapi, disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuat aku bahagia. Tuhanpun menjawab, “tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia. “namun si kecil bertanya lagi, “bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?
Tuhanpun menjawab, “malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. “si kecil berbicara lagi, “lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, Ya Tuhan”
Tuhanpun kembali menjawab. “malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi, sikecil menyelidik,”namun, aku mendengar, disana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?
Tuhanpun menjawab, “tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walau nyawa yang menjadi taruhannya. Dia,sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun,sikecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.
Tuhan menjawab lagi, “malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, aku akan selalu ada disisimu.”
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.
“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku….”
Tuhanpun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggil nya dengan sebutan… IBU..”
Tuhanpun menjawab. “diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu. “si kecil bertanya lagi, “tapi, disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuat aku bahagia. Tuhanpun menjawab, “tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia. “namun si kecil bertanya lagi, “bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?
Tuhanpun menjawab, “malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. “si kecil berbicara lagi, “lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, Ya Tuhan”
Tuhanpun kembali menjawab. “malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi, sikecil menyelidik,”namun, aku mendengar, disana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?
Tuhanpun menjawab, “tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walau nyawa yang menjadi taruhannya. Dia,sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun,sikecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.
Tuhan menjawab lagi, “malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, aku akan selalu ada disisimu.”
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.
“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku….”
Tuhanpun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggil nya dengan sebutan… IBU..”
Minggu, 03 Oktober 2010
Invisible Heroes #Writing-Assignment 4
Do you have your hero in your life? I am sure that everybody have a hero but some of them do not realize about hero in their life. The hero do something from small to big things but the result we can feel it. The hero can be everybody, for example : your mom, dad, sisters, brothers, family, friends, boyfriend, housemaid, police, security guard, driver, foreigner, guider boarding house, or others.
I have invisible heroes, why I call invisible? because whatever they had done, I never notice. They sweep and mopped the floor every morning, so I can feel clean. They clean the kitchen everyday, so the kitchen always looks clean. Housemaid wash my clothes, so I do not need wash my clothes by myself alone. The guider boarding house also dispose of wash until in front of my room always clean. The things like that which I never notice. I try to imagine, how if they are never been in my boarding house, I am sure that my boarding house will so dirty and messy.
When I ask them how about the wage, is that enough or not, they said " Alhamdullilah, it is enough ". I know how much wage they get every month, it is not big, but it is enough, but they can say thankful. I compare with myself, my money pocket is bigger than their, but I rarely say thankful, even sometimes I fell less. But now I learn to say thankful. They have a purpose that they want make their family happy, it make me realize that I must make my family happy too.
I feel and say thanks to my invisible heroes, I learn to thankful with everything I had done. Be thankful make our life better. Thank you so much invisible heroes.
I have invisible heroes, why I call invisible? because whatever they had done, I never notice. They sweep and mopped the floor every morning, so I can feel clean. They clean the kitchen everyday, so the kitchen always looks clean. Housemaid wash my clothes, so I do not need wash my clothes by myself alone. The guider boarding house also dispose of wash until in front of my room always clean. The things like that which I never notice. I try to imagine, how if they are never been in my boarding house, I am sure that my boarding house will so dirty and messy.
When I ask them how about the wage, is that enough or not, they said " Alhamdullilah, it is enough ". I know how much wage they get every month, it is not big, but it is enough, but they can say thankful. I compare with myself, my money pocket is bigger than their, but I rarely say thankful, even sometimes I fell less. But now I learn to say thankful. They have a purpose that they want make their family happy, it make me realize that I must make my family happy too.
I feel and say thanks to my invisible heroes, I learn to thankful with everything I had done. Be thankful make our life better. Thank you so much invisible heroes.
Langganan:
Postingan (Atom)
